This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 September 2014

Glosarium Biologi 1

Glosarium Biologi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan



1. Pertumbuhan : Proses kenaikan volume yang bersifat irreversibel (tidak dapat balik) dan terjadi karena adanya pertumbambahan jumlah sel dan pembesaran dari tiap-tiap sel. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif.

2. Perkembangan : Perubahan / diferensial sel menuju keadaan dewasa. Perkembangan bersifat kualitatif ( tidak dapat dinyatakan  dalam angka)

3. Epigeal : Tipe perkecambahan yang menghasilkan kotiledon dan epikotil keluar dari biji, karena pemanjangan hipokotil. Sehingga kotiledon keluar keatas tanah

4. Hipogeal ; Tipe perkecambahan yang sedikit menghasilkan hipokotil, sehingga kotiledon tetap berada di dalam biji. Oleh karena itu kotiledon tidak keluar keatas tanah

5. Fotoperiodisme : reaksi fisiologi organisme dengan panjang siang dan malam berupa respon perkembangan tanaman untuk panjang relatif periode terang dan gelap yang berhubungan langsung dengan waktu baik periode terang dan gelap. Respon tersebut dikendalikan oleh pigmen fitokrom yang dapat mengabsorbsi cahaya

6. Hidroponik (soiless culture) : Budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam

7. Etiolasi : Pertumbuhan tumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap namun kondisi tumbuhan lemah, batang tidak kokoh, daun kecil, dan tumbuhan tampak pucat. Gejala ini karena ketiadaan cahaya matahari

8. Klorosis (chlorosis) : Keadaan jaringan tumbuhan, khususnya pada daun yang mengalami kerusakan atau gagalnya pembentukan klorofil sehingga tidak berwarna hijau melainkan kuning atau pucat hampir kuning. Klorosis dapat disebabkan dari buruknya drainase, kerusakan perakaran, alkali tanah yang tinggi dan kekurangan unsur hara pada tanaman.

9. Koleoptil (coleoptiles) : Selaput yang menyelubungi jaringan pangkal daun pertama pada embrio suku rumput-rumputan. Selaput ini melindungi jaringan ujung tadi ketika keluar menembus tanah.

10. Kotiledon (daun lembaga) : bakal daun yang terbentuk pada embrio. Kotiledon merupakan organ cadangan makanan pada biji sekelompok tumbuhan, sekaligus organ fotosintetik pertama yang dimiliki oleh tumbuhan yang baru saja berkecambah. Namun kotiledon tidak memiliki anatomi seperti daun sejati.

11. Makronutrien : Zat gizi (nutrien) yang memberikan energi bagi tumbuhan yang diperlukan dalam jumlah besar untuk bertahan hidup. Meliputi, karbohidrat, protein dan lemak.


12. Mikronutrien : Zat gizi yang diperlukan oleh tumbuhan selama hidupnya dalam jumlah kecil untuk melaksanakan fungsin-funsi fisiologis, tetapi tidak dapat dihasilkan sendiri oleh tumbuhan. Terdiri dari vitamin dan garam mineral.

13. Meristem : Jaringan pada tumbuhan berwujud sekumpulan sel-sel puncak yang aktif melakukan pembelahan sel


Kamis, 18 September 2014

Kantung Semar

Kantong Semar (nephantes sp)

A. Klasifikasi
Kerajaan : Plantae
Filum : Tracheophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Famili : Nepenthaceae
Genus : Nephantes

B. Pembahasan
        Tumbuhan yang masuk dalam Insktivora ini memiliki nama lain yang biasa disebut Tropical Pitcher Plant. Tanaman ini memiliki 130 spesies yang berbeda dalam tampilan namun masih sama dalam hal memakan serangga. Cara yang digunakan untuk dapat memakan serangga adalah dengan mengeluarkan aroma dari kelenjar nektar di kantongnya. Jika ada serangga yang tertarik dan mendekat ke bibir kantong, maka serangga tersebut akan tergelincir dan masuk ke dalam kantong dan terjebak di dalam cairan yang lengket. Cairan tersebut akan menguraikan serangga menjadi molekul yang lebih kecil, sehingga kantung semar mampu mengambil nutrisi di dalam serangga tersebut. Cairan ini merupakan cairan asam yang fungsinya menguraikan tubuh serangga menjadi molekul yang berupa protein.

        Tumbuhab karnivora ini dapat mencapai panjang 15-25 cm. Tumbuhan ini memiliki tiga macam bentuk kantong yaitu kantong atas, kantong bawah, dan kantong roset. Tanaman ini menyukai akan habitat dengan kelembaban tinggi dan cahaya dengan intensitas penyinaran yang tinggi. Biasanya habitat yang dapat optimal untuk pertumbuhan tanaman ini merupakan habitat yang iskin akan asam dan unsur hara.

C. Persebaran dan Habitat
Persebaran : Indonesia, Cina (Republik Rakyat Tiongkok) bagian selatan, Malaysia, Filiphina, Madagaskar agian barat, Seycelles, India, Sri Langka, Australia

Habitat : Kawasan tropis dengan berada di daerah dataran tinggi dan daerah dataran rendah
        
D. Manfaat
  • Sebagai tanaman hias
  • sebagai indikator iklim
  • sebagai pereda batu (cairannya)
  • Sebagai  obat sakit perut (cairannya dan dan air rebusan akarnya)
  • menyembuhkan luka bakar (cairannya dan dan air rebusan akarnya)
  • Menyembuhkan sakit  mata (cairannya dan dan air rebusan akarnya)
  • Sumber air minum yang layak (karena Ph-nya netral)

Insektivora

Insektivora


A. Pengertian Insektivora
Organisme berupa tumbuhan yang mampu memakan serangga dan hewan kecil untuk memenuhi kebutuhan nutrisi di dalam tubuhnya

B. Contoh Insektivora
1. Kantung Semar (Nephantes sp)
2. Venus Fly Trap (Dionaea muscipula)
3. Pingucula
4. Aldrovanda vesiculosa
5. Byblis

Sabtu, 13 September 2014

Esktensifikasi Pertanian

Ekstensifikasi Pertanian


A. Pengertian
         Peningkatan hasil pertanian dengan cara memperluas areal pertanian ke wilayah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

B. Pembahasan
        Progam ini di tunjukan untuk area yang tidak produktif dan mengubahnya menjadi area yang produktif dalam ruang lingkup pertanian. Pembukaan lahan biasanya berupa lahan hutan, semak belukar, daerah rawa-rawa, lahan gambut, padang rumput steppe dan bentuk-bentuk lain dari lahan marginal. 

          Ektensifikasi pertanian di Indonesia banyak dilakukan di daerah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Ektensifikasi pertanian di Indonesia dikenal dengan denagn pertanian ektensif dan di luar negeri dikenal dengan istilah Agricultural (land) expansion (Perluasan lahan pertanian).

          Progam ini dilaksanakan jika lahan pertanian yang sudah ada tidak lagi memadai dalam memenuhi target dan produksinya lambat laun menurun. Ektensifikasi dapat merubah suatu ekosistem tertentu yang didalamnya telah tumbuh berbagai komponen hayati.

C. Dampak Positif

  • Lahan pertanian meningkat, sehingga produksi pertanian naik
  • Terjadi pemerataan hasil pertanian karena tidak berpusat pada satu lahan pertanian yang produktif
  • Berbagai lahan yang kurang produktif dapat menjadi lahan yang produkti guna membangun kemaslahatan masyarkat
  • Perkembangan perekonomian masyarakat meningkat
D. Dampak Negatif
  • Berubah ahli fungsinya lahan hutan menjadi lahan pertanian
  • Perencanaan yang tidak baik dapat membuat kerusakan lahan secara sia-sia
  • Ekosistem berubah menjadi monokultural

Pesawat R80

Pesawat R80


Perancang : BJ. Habibie
Kapasitas : 80 Orang
Jarak maksimal tempuh : 600 Km

         Pesawat R80 merupakan produk asli dari anak bangsa Indonesia yang mencoba berkontribusi untuk membangkitkan industri kedirgantaraan RI yang pernah berjaya pada 1995. Produksi proyek pengembangan pesawat R80 ini di kerjakan oleh IPTN (PT. Dirgantara Indonesia) dan PT RAI. PT RAI telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dassault Systemes mengenai Investasi sebesar satu miliar dolar AS untuk mengembangkan proyek ini. PT RAI sendiri merupakan perusahaan kedirgantaraan yang dibangun oleh PT IIthabi Rekatama dan PT Eagle Capital yang merupakan perusahaan dibawah naungan BJ. Habibie.

        Proyek pembangunan ini sangat berguna bagi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara dan bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan untuk negara. Banyak pihak yang menyimpulkan bahwa pesawat ini sangat cocok menjadi alat transportasi Indonesia karena dapat menjadi transportasi baik dalam rangka menghubungkan Indonesia sebagai negara kepulauan, karena transportasi udara sangat penting untuk dikembangkan mengingat geografi Indonesia yang terdiri dari beribu pulau. 

        Pesawat yang direncanakan menggunakan baling-baling turbo (turboprop) yang dapat mengurangi konsumsi bahan bakar sekitar 30 sampai 40 persen ini dijadwalkan dapat mengudara pertama kali pada 2017 di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majelengka, Jawa Barat. Sebagai penerus pesawat N250, pesawat R80 dikembangkan secara lebih fariatif dan inovatif dengan modernisasi spesifikasi pesawat, diantaranya pesawat ini dapat dikendalikan secara elektronik ( Fly by wire). Baling-baling yang dipasang di pesawat ini juga merupakan inovasi baru yang dapat menetukan antara angin dingin dan angin panas, dengan adanya inovasi ini pesawat R80 dapat mengudara dengan kecapatan yang tinggi.

      Proyek pengadaan pesawat ini sontak menyita perhatian beberapa maskapai penerbangan baik dalam negeri maupun luar negeri. Di dalam negeri sudah ada pemesan yakni Nam Air yang memesan 100 pesawat dan Kalstar Avation yang memesan 25 pesawat. Dari 7 maskapai Internasional yang menyatakan ketertarikannya akan pesawat ini, sudah ada 3 maskapai yang duduk terdepan dalam pemesanan pesawat ini dengan dibuktikannya penandatangan Letter Of Intent, 3 maskapai ini memesan sebesar 145 unit pesawat. 

        Jika dilihat bypass rationya R80 lebih baik dari Airbus maupun Boeing, bypass ratio R80 sebesar 40 sedangkan bypass ratio untuk airbus maupun boeing sebesar 12. Makin tinggi ratio makin sedikit bahan bakar yang digunakan dan pesawat juga akan lebih kencang dalam bermanuver. Harga untuk satu pesawat R80 memang belum ditentukan berapa kisarannya, namun jika dilihat dari prospektifnya R80 akan jauh lebih ekonomis dalam segi bahan bakar dan perawatan pesawat. Sebuah pesawat baru yang pantas untuk ditunggu kelahiranya..



Selasa, 09 September 2014

Jambu Buji

Jambu Biji



A. Klasifikasi
Kerajaan : Plantae
Ordo : Myrtales
Famili : Myrtaceae
Bangsa : Myrteae
Genus : Psidium
Spesies : Psidium Guajava

B. Kandungan gizi dalam 100 gr buah jambu biji
- Energi 49 kalori
- Protein 0,9 gram
- Lemak 0,3 gram
- Karbohidrat 12,2 gram
- Serat 5,6 gram
- Kalsium 14 mg
- Fosfor 28 mg
- Zat Besi 1,1 mg
- Vitamin B1 0,02 mg
- Vitamin c 87 mg
- Air 86 gram

C. Deskripsi Tanaman
  • Tanaman perdu, tinggi 5-10 meter
  • Batang berkayu, bulat, kulit kayu licin, mengelupas, bercabang, warna cokelat kehijauan
  • Daun tunggal, bulat telur, ujung tumpul, pangkal membulat, tepi rata, panjang 6 cm - 14 cm, tulang daun menyirip, warna hijau kekuningan
  • Bunga tunggal diketiak daun, mahkota bulat telur, panjang 0,5 cm - 1,5 cm, warna putih kekuningan
  • Buah buni, bulat telur, warna putih kekuningan
D. Habitat
  • Daerah dataran rendah 0 meter - 1200 meter diatas permukaan laut
  • Tumbuh di Asia tenggara dan Asia selatan
E. Perkembangbiakan Jambu Biji
  • Generatif : Proses penyerbukan
  • Vegetatif : Pencangkokan
F. Manfaat
  • Menyembuhkan infeksi
  • Mencegah kanker
  • Mengatasi penyakit jantung koroner
  • Mengatasi diabetes
  • Menurunkan tekanan darah tinggi
  • Anti radang dan anti virus
  • Mengobati demam berdarah
  • Mengobati diare
  • Mengobati disentri
  • Mengobati maag
  • Mengobati keputihan
  • Mempelancar proses pencernaan
  • Penjaga fungsi otak dan saraf
  • Penangkal radikal bebas

Minggu, 07 September 2014

Revolusi Hijau

Revolusi Hijau



A. Pengertian
          Revolusi Hijau adalah Pengembangan teknologi pertanian guna menghasilkan produksi yang lebih baik yang berlangsung pada 1950 sampai 1980 yang meliputi peningkatan produksi makanan pokok seperti padi, gandum dan serelia.

B. Tujuan
  • Untuk meningkatkan persediaan bahan makanana
  •  Untuk meningkatkan hasil produksi
  • Untuk menghasilkan sirkulasi pertanian yang sehat 
Ciri-Ciri Revolusi hijau
  • Tumbuhan yang ditanam secara monokultur
  • Bibit unggul yang hanya tahan terhadap penyakit tertentu dan hanya bisa ditanam ditempat tertentu
  • Pemanfaatan teknologi pertanian yang lebih berkembang dan lebih modern
D. Sejarah
          Konsep ini dikembangkan oleh Norman Borlaug yang mencetuskan pemikiran mengenai revolusi hijau dan diawali oleh Ford dan Rockefeller Foundation yang dikembangkan di Meksiko dan Filiphina. Konsep ini berusaha menguatkan peran negara berkembang untuk suasembada pangan. Oleh karena itu banyak negara berkembang pada saat itu yang mampu swuasembada pangan, khususnya di kawasan Asia. Dikawasan Asia negara yang mampu mencetak keberhasilan adalah thailand, Vietnam, Cina, India dan Indonesia.

E. Perkembangan di Indonesia
        Revolusi Hijau di Indonesia datang ketika Indonesia dibawah rezim Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto. Revolusi Hijau ini masuk didalam progam Repelita yang beliau canangkan bagi perkembangan Indonesia. Progam yang dicanangkan pemerintah ternyata hanya mampu membawa Indonesia swasembada bahan pangan selama 5 tahun (1984-1989) setelah itu Indonesia memiliki pekerjaan rumah untuk dapat membangun negara dalam bidang swuasembada pangan.

F. Upaya Indonesia dalam Revolusi Hijau
  • Intensifikasi pertanian
  • Ekstensifikasi pertanian
  • Diversifikasi pertanian 
  • Rehabilitasi pertanian
G. Dampak positif
  • Meningkatnya produksi tanaman pangan
  • Peningkatan produksi pangan yang menyebabkan kebutuhan primer masyarakat industri terpenuhi
  • Kualitas tanaman pangan semakin berkualitas
  • Indonesia berhasil swuasembada pangan
  • Munculnya kesadaran petani dengan adanya penggunaan teknologi
  • Lama proses pertanian lebih singkat
F. Dampak negatif
  • Penggunaan pupuk dan pestisida  modern akan menyebabkan kesuburan tanah menurun
  • Berkurangnya keaneragaman genetik jenis tanaman tertentu yang disebabkan penyeragaman tanaman tertentu
  • Penggunaan pestisida akan memicu hama akan lebih berkemban dan kebal (hama strain baru yang resisten)
  • Penurunan hasil makanan yang lain karena berfokus pada hasil produksi pangan
  • Budaya tradisional dalam produksi pangan akan menjadi modern yang semuanya serba instan
  • Setelah jangka waktu tertentu hasil budidaya pertanian akan terus menurun

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More